Inilah Wisata Edukasi Seru & Menarik yang Berada di Singapura

Inilah Wisata Edukasi Seru & Menarik yang Berada di Singapura

Inilah Wisata Edukasi Seru & Menarik yang Berada di Singapura – Wisata pendidikan atau wisata edukasi, bisa juga disebut sebagai ajangkarya atau karyawisata adalah suatu kegiatan atau perjalanan yang dilakukan untuk  rekreasi atau liburan dan juga terdapat aktivitas edukasi atau pendidikan di dalamnya. Ada banyak kegiatan wisata edukasi yang bisa di lakukan khususnya bagi anak-anak yang masih membutuh pembelajaran akan dunia luar.

Sedangkan penjelasan secara mendalam Wisata Edukasi adalah suatu perjalanan wisata yang memiliki nilai tambah edukasi, tidak sekadar berwisata, tetapi juga memiliki tujuan untuk menambah nilai-nilai edukasi atau pendidikan bagi wisatawan. Wisata edukasi sebuah kegiatan yang umumnya dilakukan oleh institusi pendidikan, seperti sekolah-sekolah maupun institusi pendidikan lainnya. Singapura merupakan negara yang jadi tujuan wisata bagi masyarakat Indonesia.

Meskipun luasnya hanya 721,5 km² nyatanya negara ini memiliki banyak idn poker deposit 10000 objek wisata yang patut untuk diperhitungkan. Ada banyak taman bermain, galeri hingga museum yang bisa dijadikan pilihan. Bagi kamu yang berwisata bareng anak atau keponakan, Singapura juga menawarkan beberapa pilihan wisata yang menarik. Gak hanya bermain, anak-anak juga mendapat ilmu pengetahuan jika berkunjung ke tempat-tempat ini.

1. Science Centre Singapore
6 Wisata Edukasi di Singapura yang Cocok Dikunjungi Bareng Anak

Science Centre Singapore adalah lembaga ilmiah di Jurong Timur, Singapura  yang mengkhususkan diri dalam promosi pendidikan ilmiah dan teknologi. Tapi jangan berpikir kalau tempat ini membosankan.

Science Centre ini di rancang dengan tampilan yang colorful  agar menarik minat anak-anak. Ada berbagai kegiatan, workshop, pameran hingga pertunjukkan yang bisa kamu nikmati di sini. Tentu saja semua kegiatan ini ada hubungannya dengan science.

2. MINT Museum of Toys
6 Wisata Edukasi di Singapura yang Cocok Dikunjungi Bareng Anak

Anak-anak pasti suka dengan MINT Museum of Toys karena banyak mainan yang dipamerkan di sini. Mulai dari action figure, mobil-mobilan dan berbagai aksesoris mainan lainnya.

Tempat ini tak hanya asik di kunjungi oleh anak-anak, tapi kamu yang dewasa juga akan menikmatinya, karena di sini kamu akan melihat banyak mainan jadul yang bisa mengingatkan kamu pada indahnya masa kecil.

3. Lee Kong Chian Natural History Museum
6 Wisata Edukasi di Singapura yang Cocok Dikunjungi Bareng Anak

Ini adalah museum sejarah alam yang terdapat di Kent Ridge Campus of the National University of Singapore. Di sini kamu bisa belajar tentang keanekaragaman kehidupan di Bumi, melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dan melihat tanaman, amfibi, mamalia, dan dinosaurus di 16 zona tematik.

4. Singapore Philatelic Museum
6 Wisata Edukasi di Singapura yang Cocok Dikunjungi Bareng Anak

Perangko mungkin merupakan benda yang asing bagi anak-anak masa kini. Tapi tak ada salahnya jika kamu mengajak mereka mempelajari sejarah dan kegunaan perangko. Selain itu museum ini juga menawarkan pameran-pameran dengan tema-tema yang unik pada tanggal-tanggal tertentu, bahkan pameran perangko dengan tema fairytale yang cocok buat anak.

5. KidsSTOP
6 Wisata Edukasi di Singapura yang Cocok Dikunjungi Bareng Anak

KidsSTOP sebenarnya adalah bagian dari Science Centre Singapore. Ada  lebih dari 20 pameran yang di rancang untuk memperkenalkan konsep-konsep sains, teknologi, teknik dan matematika. Anak-anak juga di berikan kesempatan yang cukup untuk belajar melalui permainan interaktif di zona penerbangan dan luar angkasa, lingkungan buatan dan lab inovasi.

6. Wings of Time di Sentosa
6 Wisata Edukasi di Singapura yang Cocok Dikunjungi Bareng Anak

Wings of Time adalah pertunjukan spektakuler di tengah laut terbuka yang bisa kamu nikmati di malam hari. Kamu akan terpesona dengan tampilan menakjubkan dari air, laser, efek api, dan musik yang membawa pengunjung untuk melintasi ruang dan waktu dalam petualangan ajaib yang di tawarkannya.

Kamu juga bisa melihat interpretasi artistik dari Revolusi Industri, era Jalur Sutra, Piramida Maya, dunia bawah air dan Savanna Afrika.

Nah sekarang gak bingung lagi kan saat bawa anak jalan-jalan ke Singapura, karena ada berbagai objek wisata yang bisa jadi pilihan.

Wisata pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan kreativitas peserta kegiatan wisata. Biasanya tujuan wisata pendidikan adalah tempat-tempat yang memiliki nilai tambah sebagai sebuah area wisata, seperti kawasan perkebunan, kebun binatang, tempat penangkaran hewan langka, pusat-pusat penelitian dan lain sebagainya.

Berikut Adalah Alasan Bahwa Pendidikan Jadi Aset Penting di Hidupmu

Berikut Adalah Alasan Bahwa Pendidikan Jadi Aset Penting di Hidupmu

Berikut Adalah Alasan Bahwa Pendidikan Jadi Aset Penting di Hidupmu – Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

“Dengan adanya budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi), yang dapat memerintah atau menguasai diri sendiri. Inilah manusia beradab dan itulah maksud dan tujuan pendidikan dalam garis besarnya.” – Ki Hadjar Dewantara

Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Begitu pentingnya pendidikan bagi kemajuan sebuah bangsa karena menjadi aset penting bagi diri dalam meningkatkan kualitas hidup yang tidak ternilai. Kamu perlu tahu download idn poker android  alasannya berikut ini.

1. Pendidikan membuat wawasan semakin luas 

5 Alasan Pendidikan Jadi Aset Penting di Hidupmu, Semangat Belajar!

Pendidikan erat kaitannya dengan sumber ilmu pengetahuan. Membaca literasi tentang segala aspek kehidupan seperti sejarah, sains, matematika, bahasa, pengetahuan sosial, kebangsaan maupun pengembangan diri. Hal ini membuat seseorang memiliki wawasan yang luas sehingga memiliki modal dalam menghadapi perkembangan zaman.

2. Membuat pola pikir semakin maju

5 Alasan Pendidikan Jadi Aset Penting di Hidupmu, Semangat Belajar!

Ketika proses pembelajaran berlangsung, kita sering berfikir bagaimana melihat teori dan kaitannya dengan penerapannya secara langsung. Nah kebiasaan ini membuat pola pikir semakin maju karena kritis dalam memahami fenomena yang ada. Sehingga tidak mudah termakan berita hoax karena terus mencari fakta dan mampu menyaring berita secara bijak.

3. Mampu membuat perubahan bagi dirimu

5 Alasan Pendidikan Jadi Aset Penting di Hidupmu, Semangat Belajar!

Dengan pendidikan, kita selalu belajar dan mencari tahu akan hal yang tidak diketahuinya. Mengolah informasi yang berkualitas untuk kemudian disesuaikan dengan kemampuan dan kekurangannya. Seseorang mampu melakukan perubahan karena mampu menentukan sikap, tidak hanya mengikuti arus belaka karena berani menjadi pelopor bukan hanya follower.

4. Memecahkan masalah dengan cara kritis dan efektif 

5 Alasan Pendidikan Jadi Aset Penting di Hidupmu, Semangat Belajar!

Pendidikan melatih kita untuk memecahkan masalah dari setiap persoalan yang penuh teka-teki. Oleh karena itu, dengan berpendidikan menjadikan kita mampu memecahkan masalah dalam kehidupan dengan lebih efektif dan terukur karena kritis melihat secara objektif.

5. Berilmu menjadikan diri semakin berkarakter 

5 Alasan Pendidikan Jadi Aset Penting di Hidupmu, Semangat Belajar!

Orang yang berpendidikan tentunya memiliki ilmu yang mempengaruhinya dalam berpikir dan bersikap yang akan membentuk karakternya. Orang yang berilmu serta berkarakter sangat berpengaruh bagi kemajuan bangsa.

Pendidikan akan berguna bagi seseorang dalam karir, kehidupan pribadi maupun berhubungan dengan lingkungan sosial. Kini saatnya menjadi manusia yang beradab dan berpendirian melalui pendidikan.

Kelebihan Antara Pendidikan Vokasional Dibandingkan Pendidikan S1

Kelebihan Antara Pendidikan Vokasional Dibandingkan Pendidikan S1

Kelebihan Antara Pendidikan Vokasional Dibandingkan Pendidikan S1 – Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Selain sarjana, ada beberapa jenjang perkuliahan lain yang bisa di pilih, seperti diploma satu (D1) hingga diploma empat (D4) yang termasuk dalam pendidikan vokasional.

Pendidikan vokasional merupakan pendidikan berkurikulum pelajaran praktik lebih besar di bandingkan dengan teorinya. Maka dari itu, jenjang pendidikan ini pada dasarnya memiliki beberapa APK IDN Poker Android kelebihan jika di bandingkan dengan pendidikan sarjana S1. Apa saja itu? Simak ulasan kelebihan pendidikan vokasional berikut ini.

1. Mempelajari hal-hal yang lebih spesifik

Mempelajari hal-hal yang lebih spesifik dengan sistem belajar praktik merupakan salah satu kelebihan yang di tawarkan oleh pendidikan vokasi. Ini jelas berbeda dengan sistem pembelajaran pendidikan S1 yang lebih terfokus pada hal-hal teoritis.

2. Pelajarannya lebih applicable di dunia kerja

Dengan pendidikan yang terfokus pada praktik, bisa di katakan bahwa pelajaran dalam pendidikan vokasi lebih mudah di terapkan dalam dunia kerja. Meski tak memiliki pemahaman luas mengenai teori, akan tetapi lulusan dari jenjang ini lebih siap untuk kerja.

3. Sudah terbiasa dengan dunia kerja

Menerapkan konsep pembelajaran secara praktik dalam pendidikan vokasional, membuatmu terbiasa dengan dunia kerja. Jadi, setelah lulus nanti, kamu tidak akan merasa kaget lagi dan menjadi lebih mudah untuk beradaptasi.

4. Lulusan pendidikan vokasi tidak kalah saing dengan lulusan S1

Lulusan sarjana maupun pendidikan vokasi, pada dasarnya memiliki peluang untuk dapat bersaing di dunia kerja. Bahkan, saat ini rasanya beberapa perusahaan justru menyaring pelamar kerja berdasarkan pengalaman dan kemampuan mereka, kan?

5. Para pengajarnya merupakan orang yang kompeten di bidangnya

Biasanya, yang mengajar di pendidikan vokasional adalah orang-orang yang pernah terjun langsung dan paham betul dengan bidangnya. Sedangkan dosen S1 biasanya merupakan pengajar yang lebih fokus ke ranah penelitian dan pengajaran di suatu bidang tertentu.

Itulah kelebihan pendidikan vokasional.

Indonesia mempererat Hubungan Kerjasama Pendidikan dengan Kolombia

Indonesia mempererat Hubungan Kerjasama Pendidikan dengan Kolombia

Indonesia mempererat Hubungan Kerjasama Pendidikan dengan Kolombia – Upaya terbaik untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia adalah melalui pendidikan. Sayangnya masih banyak sekolah yang belum optimal dalam menyediakan layanan pengajaran yang optimal karena kekurangan fasilitas.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi problem tersebut adalah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bogota, Kolombia telah memfasilitasi terbentuknya kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas EAFIT (Escuela de Administración, Finanzas e Instituto Tecnológico) Medellin.

Kerja sama antara kedua universitas tersebut diresmikan dalam perjanjian yang ditandatangani oleh kedua rektor di tempat download idn poker android masing-masing, kata Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bogota dalam rilis resmi.

1. Kerjasama pertama UMM dengan universitas di kawasan Amerika Latin

Rektor UMM, Dr. Fauzan dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kampusnya telah melakukan kerja sama dengan berbagai universitas di berbagai belahan dunia, namun kerjasama dengan Universitas EAFIT merupakan yang pertama dengan universitas di kawasan Amerika Latin.

Ia pun siap melaksanakan perjanjian kerja sama ini dalam waktu dekat melalui program-program unggulan. Hal itu di lakukan sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan kerja sama bilateral di sektor pendidikan antara Indonesia dan Kolombia.

Senada dengan Rektor Fauzan, Rektor Universitas EAFIT, dalam pesannya yang di sampaikan oleh wakil rektor, Claudia Zea, menyambut baik kerjasama dengan UMM. Ia juga mengatakan bahwa perhatian besar dari EAFIT terhadap Indonesia telah di lembagakan melalui pembentukan Pusat Studi Asia Pasifik di universitas tersebut sejak tahun 2006.

Kerja sama di bidang pendidikan antara UMM dan Universitas EAFIT ini merupakan yang kedua setelah kesepakatan serupa dilakukan oleh Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dan Universitas Externado, Bogota, pada tanggal 28 Agustus lalu.

Kedua kerja sama ini dijalin dalam rangka merayakan 40 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kolombia.

2. Tanggapan duta besar RI

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kolombia, Priyo Iswanto, pun menyaksikan acara penandatanganan perjanjian tersebut secara virtual. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan, penandatanganan kerja sama di bidang pendidikan antara UMM dan Universitas EAFIT Medellin memiliki arti penting, terutama dalam meningkatkan kongsi secara konkret di sektor pendidikan guna melengkapi kerja sama yang selama ini masih terbatas pada saling memanfaatkan beasiswa yang di sediakan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kolombia.

Kedua negara memiliki banyak kesamaan. Dan kerjasama antar-universitas ini sangat bermanfaat untuk saling bertukar ‘best practices’ yang di miliki. Dan meningkatkan ‘people to people contact. kata Priyo Iswanto, menurut rilis tersebut.

3. Tanggapan duta besar Kolombia

Pererat Hubungan, RI-Kolombia Jalin Kerja Sama Pendidikan

Selain Duta Besar Republik Indonesia untuk Kolombia. Acara tersebut juga di hadiri oleh Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Juan Camilo Valencia.

Juan mengatakan bahwa kerja sama tersebut bermakna strategis. Dan tidak di ragukan lagi akan mampu menjembatani kesenjangan jarak geografis kedua negara. Juan juga percaya bahwa ke depan akan semakin banyak mahasiswa Kolombia yang belajar di Indonesia. Terlebih setelah Indonesia memberlakukan bebas visa bagi warga Kolombia mulai tahun depan.

Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini – Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Tahukah kamu kalau tiap tahunnya biaya pendidikan anak semakin mahal. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi yang timbul dari sektor pendidikan mencapai 3,77 persen per tahun pada 2019. Tidak sedikit pula, publikasi di internet yang menyebutkan bahwa kenaikan uang pangkal masuk sekolah justru mencapai 10 persen per tahun.

Tentunya mempersiapkan dana pendidikan anak adalah salah satu hal yang menjadi tujuan finansial bagi para orang tua. Namun, tidak sedikit orang tua yang belum memperhitungkan secara matang. Perlu mempertimbangkan kenaikan biaya pendidikan agar paham berapa dana yang harus di alokasikan dan di mana harus menempatkan dana tersebut. Oleh karena itulah, selain harus berhemat, kita wajib menerapkan download idn poker android strategi khusus untuk mengumpulkan dana pendidikan anak.

1. Cari tahu biaya sekolah yang dituju

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengumpulkan informasi sedetail-detailnya seputar biaya sekolah di sekolah dan universitas atau perguruan tinggi yang akan di tuju pada tahun ajaran yang sedang berlangsung.

Biaya-biaya tersebut bisa berupa uang pangkal, biaya tahunan, SPP sebulan yang di setahunkan, seragam, serta buku untuk sekolah TK hingga SMA. Untuk mempermudah melakukan pengelompokkan biaya, kamu bisa menyatukan uang pangkal yang di bayar pertama kali masuk ke dalam biaya tahunan pada tahun pertama, sedangkan untuk seragam, biaya ekstrakurikuler, dan buku ke biaya lain-lain.

Di tahun kedua, untuk jenjang SMP dan SMA, sebagian sekolah juga tidak memberlakukan adanya pembayaran biaya tahunan, namun ada kenaikan SPP. Jadi, total biaya yang di hitung berdasarkan nilai inflasi adalah biaya SPP dan lainnya yang di hitung tahunan.

Sementara itu, untuk biaya kuliah, uang pangkal bisa di masukkan ke dalam komponen biaya operasional gedung tahunan di tahun pertama. Untuk biaya kartu rencana studi (KRS), praktikum, unit kegiatan mahasiswa, dapat di masukkan ke biaya lain-lain dengan asumsi 20 SKS atau lebih.

Buatlah rangkuman atas biaya-biaya tersebut dalam sebuah daftar seperti yang tertera di gambar atas dengan menggunakan asumsi usia anak. Usia anak akan menjadi penentu horizon waktu Anda dalam berinvestasi.

2. Menghitung perubahan biaya pendidikan sesuai dengan asumsi inflasi tahunan

Lakukanlah perhitungan total biaya pendidikan untuk setiap jenjang dengan menggunakan metode future value.

Untuk menentukan besaran inflasi tahunan, kamu bisa menggunakan acuan berupa inflasi biaya pendidikan tahunan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang sebesar 3,77 persen atau 10 persen sesuai dengan opini yang sering beredar di media massa.

Jika di total, maka biaya yang harus di kumpulkan seseorang untuk biaya pendidikan anak dalam 22 tahun mencapai kurang lebih Rp2,2 miliar.

3. Hitung ulang kebutuhan dana berdasarkan jangka waktu investasi

Lakukan penghitungan kembali atas kebutuhan total dana pendidikan berdasarkan setiap jenjang.

Misalkan di ketahui bahwa untuk TK yang terdiri dari TK A dan TK B, seseorang akan membutuhkan dana kurang lebih Rp 14.265.093 dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, total biaya pendidikan untuk jenjang SD dari kelas 1 hingga kelas 6 adalah Rp171 juta, dan seterusnya hingga kuliah.

Kamu bisa memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu dan jangka waktu investasinya.

4. Pilih instrumen investasi sesuai profil risiko dan jangka waktu investasi

Semakin pendek jangka waktu menabung, sebut saja di bawah setahun hingga tiga tahun, maka pilihlah instrumen yang memiliki volatilitas nilai rendah dan imbal hasil stabil. Sebut saja seperti reksa dana pasar uang, deposito, atau obligasi negara seperti ORI, Sukuk, dan lain sebagainya.

Namun untuk jangka menengah atau panjang di atas 5 tahun, kamu bisa lebih fleksibel memilih instrumen investasi, bisa di instrumen dengan volatilitas rendah seperti yang telah di sebutkan, atau yang tinggi sekalipun seperti saham atau reksa dana saham.

5. Pastikan UP asuransi jiwa Anda bisa mengcover biaya pendidikan

Sebagai pencari nafkah, tentu saja kita harus bisa menjamin ketersediaan dana pendidikan yang cukup bagi buah hati. Namun risiko meninggal dunia di usia produktif masih tetap ada. Begitu pun dengan risiko cacat total hingga kita tak lagi bisa mencari nafkah.

Apa jadinya jika kita meninggal di masa produktif dan tak lagi bisa mengumpulkan uang demi pendidikan anak?

Oleh karena itu, pastikan bahwa kita memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan (UP) yang cukup. Demi untuk menanggung biaya hidup serta biaya pendidikan buah hati kita.

Untuk menghitung uang pertanggungan, gunakanlah metode pendekatan pengeluaran. Dengan metode ini, UP yang akan di dapat ahli waris kita akan sesuai dengan kebutuhan kita di masa depan. Yang sudah di sesuaikan dengan inflasi.

Organisasi Pendidikan yang Tolak RUU Ciptaker Klaster Pendidikan

Organisasi Pendidikan yang Tolak RUU Ciptaker Klaster Pendidikan

Organisasi Pendidikan yang Tolak RUU Ciptaker Klaster Pendidikan – Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang.  Yang diturunkan melalui satu generasi ke generasi berikut dengan Mengajar, melatih , atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir. Sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas. Dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Koalisi Organisasi Pendidikan menyatakan sikap menolak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) klaster Pendidikan dan Kebudayaan. Koalisi Organisasi Pendidikan itu meminta DPR RI dan pemerintah untuk mempertegas kebijakan pendidikan nasional berlandaskan filosofi kebudayaan Indonesia, dan menjauhkan dari praktik Sbobet Deposit Pulsa 10000 komersialisasi dan liberalisasi.

1. Tercatat 12 Koalisi Organisasi Pendidikan menolak RUU Ciptaker klaster Pendidikan dan Kebudayaan.

Dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU), KH Arifin Junaidi. Koalisi Organisasi Pendidikan itu termasuk Majelis Pendidikan Tinggi dan Penelitian Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah.  LP Ma’arif NU PBNU, NU Circle, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.

Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).  Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Persatuan Keluarga Besar Taman Siswa (PKBTS), dan Majelis Wali Amanat Universitas Djuanda Bogor.

2. RUU Ciptaker menempatkan pendidikan dan kebudayaan masuk rezim investasi

Koalisi Organisasi Pendidikan itu menilai, pengaturan ketentuan pendidikan dan kebudayaan dalam RUU Cipta Kerja yang masuk dalam BAB III tentang Peningkatan Ekosistem Investasi. Dan Kegiatan Berusaha, menandakan secara paradigmatik menempatkan pendidikan dan kebudayaan masuk rezim investasi dan kegiatan berusaha.

3. RUU Ciptaker akan berimplikasi hilangnya nilai karakteristik pendidikan yang berbasis kebudayaan

Mereka juga menilai, pengaturan pendidikan dan kebudayaan dalam RUU Ciptaker akan berimplikasi hilangnya nilai, karakteristik, pendidikan yang berbasis kebudayaan serta telah menegasikan peran kebudayaan dalam sistem pendidikan di Indonesia.

“Hal itu sangat bertentangan dengan ketentuan Pasal 32 ayat (1) UUD Tahun 1945 yang memerintahkan negara. Untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya,” demikian pernyataan Koalisi Organisasi Pendidikan itu.

4. RUU Ciptaker mungkin telah meliberalisasi dan mengkapitalisasi sistem pendidikan yang ada

Selain itu, pengaturan dalam RUU Cipta Kerja dinilai akan meliberalisasi dan mengkapitalisasi pendidikan pada jenjang Pendidikan Dasar, Menengah, dan Tinggi.  Dengan menghilangkan Beberapa syarat dan standar bagi lembaga pendidikan asing, yang akan menyelenggarakan pendidikan di Indonesia.

Peran penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan, oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dihilangkan.

Sehingga kementerian urusan agama tidak akan memiliki kewenangan untuk mengontrol pendidikan tinggi keagamaan yang diselenggarakan di Indonesia.

5. Menghapus beberapa peraturan akan mengakibatkan situasi buruk bagi pendidikan

Koalisi Organisasi Pendidikan juga memberikan nilai, dengan menghapus standar pendidikan tinggi. Sehingga negara menjadi kehilangan peran dalam memastikan terselenggaranya mutu pendidikan yang kita inginkan.

Kondisi ini menjadikan pemerintah kehilangan ukuran dalam menilai perkembangan pendidikan tinggi yang pada akhirnya menimbulkan ketidakjelasan politik hukum penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Dengan menghapus peran pemerintah daerah dalam proses perizinan pembentukan lembaga pendidikan sebagai akibat dari adanya sentralisasi perizinan pada pemerintah pusat.

Selain itu, sentralisasi perizinan pada pemerintah pusat juga turut menegasikan peran daerah dalam menghadirkan pendidikan yang menjunjung tinggi kearifan lokal.

Hal ini akan dapat berakibat terjadinya perubahan tata kelola perguruan tinggi swasta yang mewajibkan adanya badan penyelenggara. Akan berimplikasi pada pengelolaan perguruan tinggi swasta langsung pada pimpinan perguruan tinggi swasta.

Pendidikan di Bawah Penjajahan Kolonial Belanda

Pendidikan di Bawah Penjajahan Kolonial Belanda

Fakta Pendidikan Indonesia Saat di Bawah Penjajahan Kolonial Belanda

Pendidikan di Bawah Penjajahan Kolonial Belanda – Kita semua layaknya bersyukur sudah hidup setelah Indonesia merdeka, di mana kita bisa mengenyam pendidikan dengan layak tanpa adanya unsur tekanan hingga diskriminasi. Tentu saja ini jauh dari kondisi masa penjajahan Belanda dulu, sebab hanya segelintir anak yang bisa masuk ke sekolah. Adapun banyak itu adalah dari kalangan bangsawan atau elit masyarakat.

Kekuasaan Belanda di Indonesia dimulai sejak tahun 1602, saat VOC memonopoli aktivitas perdagangan di wilayah Asia hingga tahun 1942, saat jatuh pada kekuasaan Jepang. Penderitaan rakyat yang dijajah pemerintah kolonial membangkitkan gerakan para pejuang yang mempertahankan bangsa Indonesia.

Pada awal abad ke-19, kebangkitan pendidikan di Indonesia dan gerakan asosiasi mahasiswa yang mulai Daftar IDN Poker menggeliat membawa dampak positif bagi nasib bangsa. Pergerakan di dunia pendidikan ini, memicu rasa nasionalisme yang membakar semangat rakyat Indonesia.

Menurut data sejarah Indonesia yang tercatat dalam Library Of Congress, berikut fakta pendidikan Indonesia dibawah penjajahan kolonial Belanda di awal tahun 1900-an.

1. Geliat perjuangan R.A Kartini

Pada awal abad ke-20, R.A Kartini mengawali perjuangan dalam dunia pendidikan yang menuntut kesetaraan untuk kaum perempuan. Menurut buku ‘Habislah Gelap Terbitlah Terang‘,  perjuangan ini diawali dengan surat yang dikirimkan Kartini pada temannya di Eropa. Jiwa perempuan Indonesia yang melihat nasib rakyat yang terjajah menggerakan semangat Kartini untuk membangun pendidikan. Perhatian utamanya adalah bagaimana bangsanya sendiri dapat berkembang dan satu-satunya jalan melalui pendidikan.

Kartini mengembangkan ide yang mempromosikan pendidikan modern bagi perempuan sebagai contoh yang bagus dalam perjuangan. Sehingga ia mendirikan sekolah kejuruan pertama untuk para gadis di daerah Jepara. Dari sinilah pergerakan emansipasi wanita di Indonesia bermulai. Akibatnya, sejumlah sekolah Kartini didirikan di Jawa pada tahun 1913 dari konstribusi pribadi.

2. Pendirian sekolah kedokteran dan teknik

Pada tahun 1900, Sekolah Kedokteran lama menjadi Sekolah Pelatihan Dokter Asli (STOVIA). Dalam sekolah ini, para murid menumbuhkan semangat nasionalisme yang menggerakan perjuangan bangsa Indonesia. Banyak lulusan kedokteran yang menjadi tokoh politik dan memperjuangkan nasib bangsa. Sebuah Sekolah Tinggi Bandung didirikan pada tahun 1920, yang memunculkan tokoh nasionalis besar seperti Ir. Soekarno.

Selang empat tahun kemudian, sebuah fakultas hukum didirkan di Batavia. Sebagian kecil lulusan diterima di universitas-universitas Belanda. Sekembalinya dari Belanda, pergerakan-pergerakan mulai muncul dari para pejuang muda.

3. Pendidikan pertama kelompok priyayi

Siswa-siswa dari sekolah berbahasa Belanda mendirikan kelompok-kelompok pribumi pertama yang diorganisasikan di sepanjang garis pengaruh Barat dan bertujuan modernisasi dan pendidikan. Pelopor gerakan ini adalah putra Pangreh Praja sebagai mantan sekolah STOVIA dan Raden Mas Tirtoadisuryo yang menggeluti bidang jurnalis.

Pada tahun 1906, didirikan Serikat Priyayi (Asosiasi Priayi) yang bertujuan untuk meyakinkan pemerintah kolonial agar memperluas peluang pendidikan untuk priayi. Pada tahun 1908, didirikan organisasi Budi Utomo oleh Wahidin Sudirohusodo. Tujuan pembentukan Budi Utomo adalah untuk mengatur dukungan keuangan agar lebih banyak priayi yang bisa sekolah di Sekolah Menengah Belanda.

4. Pendidikan elit dan priayi

Pada awal 1815, sebuah sekolah untuk pelatihan medis telah didirikan di Batavia. Beberapa kelompok elit yang berjumlah sekitar 1.545 siswa, belajar bersama siswa-siswa belanda pada tahun 1900. Anggota elit, Jawa, dan Priayi memiliki kesempatan terbatas dalam dunia pendidikan. Kebijakan pemerintah mempertahankan sistem yang pada dasarnya terpisah di semua tingkat sekolah.

Sekolah Asli Belanda (Hollandsche Inlandsche Scholen) dengan 20.000 siswa pada tahun 1915 dan pada perang dunia II berjumlah 45.000 siswa. Melalui media Belanda, lulusan diperkenalkan pada dunia modern dengan tetap dibatasi oleh rasial.

5. Pendirian Sekolah Desa

Kemajuan pendidikan di Indonesia mulai menggeliat. Hingga tahun 1930, sekitar 10.000 sekolah desa mendaftarkan 1,6 juta siswa atau 2,8 dari populasi penduduk yang mencapai 60 juta jiwa. Pendidikan bahasa Belanda lebih sedikit menerima siswa pribumi, yaitu sekitar 85.000 siswa atau hanya 0,14 dari populasi penduduk. Literasi umum diperkirakan 7,5 persen dan di Belanda sekitar 0,3 persen.

Sekolah-sekolah yang umumnya tumbuh di Jawa memunculkan tokoh-tokoh yang menggerakan semangat kemerdekaan. Siswa pribumi mulai meradang akan ketidak setaraan dalam hal hukum, ekonomi dan sosial. Sekolah-sekolah kolonial terlalu cepat menghasilkan modernisasi masyarakat adat. Namun, dari sekolah inilah para generasi muda menggerakan semangat kebangsaan untuk merebut tanah airnya.

Nah, fakta-fakta pendidikan ini tercatat dalam data Library Of Congress yang menyimpan sejarah besar Indonesia. Mulai sekarang, pelajari pengetahuan sejarah agar semangat nasionalisme kita terjaga.