Berikut Hal Penting Tentang Jenis Interaksi Obat dan Bahayanya

Berikut Hal Penting Tentang Jenis Interaksi Obat dan Bahayanya – Interaksi obat adalah perubahan aksi atau efek samping obat yang disebabkan oleh pemberian bersamaan dengan makanan, minuman, suplemen, atau obat lain. Ada banyak penyebab interaksi obat. Misalnya, satu obat dapat mengubah farmakokinetik obat lain.

Atau, interaksi obat dapat timbul dari kompetisi untuk reseptor tunggal atau jalur pensinyalan. Risiko interaksi obat-obat meningkat dengan jumlah obat yang digunakan. Lebih dari sepertiga (36%) lansia di AS secara teratur menggunakan lima atau lebih obat atau suplemen, dan 15% berisiko mengalami interaksi obat-obat yang signifikan.

Zaman sekarang, ada banyak kesempatan bagi kita yang awam untuk belajar ilmu idn poker android kesehatan melalui jurnal kedokteran, situs informasi kesehatan yang valid, dan situs penyedia layanan telemedicine. Satu hal yang tidak kalah penting bagi kita adalah belajar caranya mengonsumsi obat dengan bijak dan benar.

1. Selain menyebabkan efek samping, interaksi obat dapat meningkatkan atau menurunkan efek suatu obat
5 Hal Penting tentang Interaksi Obat, Simak Baik-baik!

Dilansir Pharmacology Education, interaksi obat terjadi ketika pemberian suatu obat memengaruhi efek klinis obat lainnya. Pengaruhnya bisa berupa peningkatan maupun penurunan potensi obat-obat lain tersebut.

Selain pengaruhnya terhadap efektivitas, interaksi obat bisa menyebabkan timbulnya efek samping berbahaya bagi tubuh.

2. Efek samping berbahaya akibat interaksi obat disebabkan oleh beberapa mekanisme
5 Hal Penting tentang Interaksi Obat, Simak Baik-baik!

Efek samping bisa terjadi jika obat yang terpengaruh memiliki beberapa sifat di bawah ini:

  • Peningkatan kadar obat yang sedikit di plasma darah sudah bisa menimbulkan efek toksik
  • Peningkatan sedikit dosis dapat meningkatkan kadar obat di plasma darah secara signifikan
  • Obat tersebut cepat dimetabolisme di lever atau saluran pencernaan, sehingga sensitif  terhadap efek inhibisi atau induksi metabolisme yang timbul akibat interaksi obat
  • Obat tersebut dieliminasi tubuh melalui mekanisme tunggal (contoh: klirens ginjal), sehingga terjadi peningkatan konsentrasi obat di plasma darah
3. Obat juga bisa berinteraksi dengan makanan/minuman atau dengan kondisi medis
5 Hal Penting tentang Interaksi Obat, Simak Baik-baik!

Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), terdapat tiga jenis interaksi obat, yakni sebagai berikut:

  • Interaksi obat-obat. Timbul ketika dua atau lebih obat saling bereaksi. Contohnya, obat tidur (sedatif) yang diminum bersamaan dengan obat alergi (antihistamin) bisa meningkatkan efek sedatif, sehingga mengganggu aktivitas saat bekerja. Ini juga membahayakan jika kamu harus menyetir mobil atau mengoperasikan suatu mesin di tempat kerja.
  • Interaksi obat-makanan/minuman. Mencampur alkohol dengan obat akan menyebabkan rasa lelah. Menenggak obat bersamaan dengan alkohol juga dapat meningkatkan atau menurunkan potensi berbagai macam obat.
  • Interaksi obat-kondisi medis. Ini terjadi ketika kamu memiliki penyakit yang membuat suatu obat menjadi berbahaya buatmu. Contohnya, konsumsi obat dekongestan pada orang dengan hipertensi yang malah bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
4. Penting untuk membaca label obat ketika membeli obat yang dijual bebas
5 Hal Penting tentang Interaksi Obat, Simak Baik-baik!

Obat-obatan yang dijual bebas atau over-the-counter (OTC) adalah obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Label pada obat-obatan OTC memberikan banyak informasi, salah satunya tentang interaksi obat. Oleh karena itu, penting untuk membaca kemasan obat.

Di bawah ini adalah beberapa informasi pada kemasan obat OTC yang perlu di baca sebelum mengonsumsi obat tersebut:

  • Bagian bahan aktif dan tujuan
      • Memuat nama dan bahan aktif
  • Memuat tujuan dari masing-masing bahan aktif yang di gunakan
  • Bagian kegunaan obat
    • Memberi informasi tentang kegunaan obat
    • Membantumu mendapatkan obat yang spesifik terhadap keluhanmu
  • Bagian peringatan
      • Memuat informasi tentang interaksi obat
      • Dan Memberi informasi terkait kapan perlu konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsinya
      • Memberi informasi tentang kondisi medis yang dapat menurunkan atau meningkatkan efek obat
      • Saat Memberi informasi tentang kondisi-kondisi di mana obat sebaiknya tidak di konsumsi
  • Memberi informasi kapan konsumsi obat di hentikan
  • Bagian petunjuk penggunaan
    • Memuat petunjuk terkait waktu minum dan jumlah obat maksimal yang boleh di konsumsi
    • Petunjuk-petunjuk lain terkait cara penggunaan obat
  • Bagian bahan inaktif
    • Memuat bahan tidak aktif yang di gunakan, misalnya pewarna
5. Penting untuk konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi obat
5 Hal Penting tentang Interaksi Obat, Simak Baik-baik!

Masih menurut keterangan dari FDA, konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suatu obat adalah hal yang penting, yang sayangnya masih sering di abaikan.

Ketika dokter meresepkan suatu obat, beri tahu dokter tentang semua obat yang kamu konsumsi sekarang. Informasikan ke dokter terkait obat OTC, suplemen, vitamin, obat herbal, termasuk makanan yang sering di konsumsi.

Sebagai pasien, kamu juga dapat menanyakan beberapa pertanyaan berikut kepada dokter atau bagian farmasi.

  • Bolehkan mengonsumsi obat ini dengan obat lain?
  • Adakah produk makanan atau minuman yang harus di hindari?
  • Apakah interaksi obat yang mungkin terjadi?
  • Bagaimana cara kerja obat di dalam tubuh?

Sebagai pasien, kamu juga perlu berperan aktif untuk mencegah interaksi obat. Ketika dokter menanyakan tentang riwayat penyakit atau riwayat pengobatan, jawablah dengan jujur. Dengan memberikan informasi yang jujur dan lengkap kepada dokter, risiko interaksi obat bisa di minimalkan.

Kamu juga bisa menanyakan ke dokter atau petugas farmasi terkait informasi dalam label obat yang tidak kamu mengerti. Ketika dua obat di gunakan bersama, efeknya dapat menjadi aditif (hasilnya adalah apa yang Anda harapkan ketika Anda menambahkan bersama efek dari masing-masing obat yang di minum secara independen), sinergis (menggabungkan obat mengarah ke efek yang lebih besar dari yang di harapkan), atau antagonis (menggabungkan obat-obatan mengarah ke efek yang lebih kecil dari yang di harapkan).

Kadang-kadang ada kebingungan tentang apakah obat bersifat sinergis atau aditif, karena efek individu dari masing-masing obat dapat berbeda dari pasien ke pasien. [5] Interaksi sinergis mungkin bermanfaat bagi pasien, tetapi juga dapat meningkatkan risiko overdosis.